Langsung ke konten utama

Arti Peribahasa Sedia Payung Sebelum Hujan

Payung yang dipersiapkan untuk menghadapi hujan
Foto: sebuah payung untuk berjaga-jaga akan turunnya hujan (via Pixabay)

Arti peribahasa sedia payung sebelum hujan

Peribahasa: sedia payung sebelum hujan.

Alternatif peribahasa: sebelum hujan sediakan payung.

Artinya: bersiap sedia untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang kurang baik.

Alternatif arti:

  • mempersiapkan diri terhadap terjadinya suatu peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan agar terhindar dari kemudaratan atau efek buruk peristiwa tersebut.  
  • mengantisipasi risiko dari suatu kegiatan atau peristiwa yang akan datang. 

Penjelasan peribahasa

Hujan dalam peribahasa ini menggambarkan sesuatu yang belum terjadi, namun ada kemungkinan akan terjadi. Kehadiran hujan dapat menimbulkan dampak yang kurang menyenangkan bagi seseorang, seperti menghambat perjalanan atau menyebabkan kebasahan di tengah perjalanan. Jika seseorang kehujanan, dapat menyebabkan dampak lanjutan misalnya terkena sakit flu atau demam.

Peribahasa sedia payung sebelum hujan mengandung nasihat agar bersiap sedia terhadap akibat yang kurang baik dari suatu peristiwa yang akan terjadi di masa depan. 

Peristiwa atau kejadian bisa jadi memang sesuatu yang buruk (seperti bencana), bisa pula sesuatu yang wajar tetapi mengandung risiko adanya kesulitan atau bahaya (misalnya masa tua yang secara alami datang, namun bisa membawa tantangan seperti masalah keuangan).

Peristiwa dapat berupa sesuatu yang kecil kemungkinannya terjadi dan tidak diharapkan, seperti kebakaran. Namun, peristiwa juga bisa berupa sesuatu yang hampir pasti terjadi, seperti masa tua. Kedua jenis peristiwa ini, meskipun berbeda, sama-sama dapat membawa tantangan atau kesulitan dalam hidup.

Dari berbagai peristiwa tersebut, muncul kemungkinan efek buruk yang perlu diantisipasi. Dengan persiapan yang tepat, risiko atau dampak buruk dapat diminimalkan, bahkan mungkin dihilangkan.

Contohnya:

  • Mempersiapkan tabungan hari tua atau jaminan pensiun untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan finansial ketika seseorang sudah tidak memiliki sumber penghasilan saat pensiun dari pekerjaannya.
  • Mengikuti asuransi kesehatan untuk mengantisipasi tingginya biaya perawatan atau pengobatan saat seseorang menderita sakit di masa depan.
  • Mempersiapkan prosedur evakuasi bencana pada berbagai gedung perkantoran untuk mengantisipasi terjadinya bencana tersebut.

Contoh peribahasa dalam kalimat atau paragraf

  1. Ayah memperbaiki genting yang retak sejak awal musim kemarau, karena ia tahu lebih baik sedia payung sebelum hujan daripada membiarkan rumah bocor saat hujan turun.
  2. Dina mulai belajar sejak jauh hari sebelum ujian tiba, karena ia percaya bahwa sedia payung sebelum hujan adalah kunci agar tidak panik saat hari ujian datang.
  3. Pak Rudi rutin menabung sejak muda, karena ia menyadari pentingnya sedia payung sebelum hujan agar hidupnya tetap tenang di hari tua.
  4. Rian menyisihkan sebagian gajinya tiap bulan ke dana darurat sebagai bentuk sedia payung sebelum hujan jika terjadi kebutuhan mendadak.
  5. Andi mulai berinvestasi sejak awal bekerja, sebab ia tahu pentingnya sedia payung sebelum hujan agar keuangan masa depan tetap aman dan stabil.
  6. Rina mengikuti berbagai pelatihan dan kursus tambahan di luar jam kerja, karena ia ingin sedia payung sebelum hujan jika suatu saat harus mencari pekerjaan baru atau menghadapi persaingan karier.
  7. Para petani mulai memperbaiki irigasi dan menyiapkan pupuk sejak awal musim tanam, karena mereka percaya pentingnya sedia payung sebelum hujan untuk menghadapi cuaca yang tak menentu.
  8. Pemerintah membentuk tim tanggap bencana sebelum musim hujan tiba, sebagai langkah sedia payung sebelum hujan agar masyarakat lebih siap menghadapi banjir dan tanah longsor.
  9. Sekolah mulai menerapkan sistem belajar daring sejak awal tahun sebagai bentuk sedia payung sebelum hujan jika sewaktu-waktu kegiatan tatap muka harus dihentikan.
  10. Dewi rutin berolahraga dan menjaga pola makan, karena ia percaya pentingnya sedia payung sebelum hujan untuk mencegah penyakit.
  11. Pemilik toko menyimpan stok barang lebih banyak menjelang musim liburan, sebagai bentuk sedia payung sebelum hujan menghadapi lonjakan permintaan.
  12. Warga menanam pohon di daerah rawan longsor, karena mereka sadar perlunya sedia payung sebelum hujan untuk mencegah bencana.
  13. Perusahaan rutin membuat cadangan data digital untuk menghindari kehilangan informasi, sebagai upaya sedia payung sebelum hujan.
  14. Orang tua mempersiapkan tabungan pendidikan sejak anak masih kecil, karena mereka ingin sedia payung sebelum hujan menghadapi biaya sekolah yang tinggi.
  15. Orang bijak selalu mengantisipasi kemungkinan buruk dengan sedia payung sebelum hujan. Mereka rajin menabung dan menyiapkan dana darurat agar siap menghadapi kebutuhan mendesak kapan saja.
  16. Perusahaan yang sukses selalu menerapkan prinsip sedia payung sebelum hujan. Mereka melakukan riset pasar secara menyeluruh dan menyusun strategi yang matang sebelum menghadapi musim persaingan bisnis.
  17. Sebelum memulai bisnis baru, pastikan kamu sudah memiliki rencana cadangan untuk mengatasi kemungkinan masalah. Ingatlah untuk sedia payung sebelum hujan, agar kamu lebih siap menghadapi tantangan yang muncul.
  18. Dalam menjalani kehidupan, kita perlu membiasakan diri untuk bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, sebagaimana pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan. Contohnya, seseorang yang mulai menabung sejak muda agar siap menghadapi kebutuhan mendesak di masa depan. Di lingkungan sekolah, murid yang rajin belajar jauh sebelum ujian pun menerapkan prinsip yang sama. Seorang ibu yang selalu membawa jas hujan di motornya, meski langit tampak cerah, juga menunjukkan bentuk antisipasi terhadap kemungkinan yang tak terduga. Dengan kesiapan seperti ini, kita dapat memperkecil risiko kesulitan dan menghadapi hidup dengan lebih percaya diri.
* * *

Artikel ini adalah tentang peribahasa Indonesia.

Peribahasa adalah sekumpulan kata atau kalimat yang memiliki susunan tetap dan biasanya digunakan untuk mengiaskan maksud tertentu secara tersirat. 

Dalam kategori peribahasa juga termasuk bidal, ungkapan, serta perumpamaan yang kerap dipakai dalam bahasa sehari-hari. 

Peribahasa biasanya berupa ungkapan atau kalimat yang ringkas dan padat, namun mengandung makna yang dalam seperti perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku yang dijadikan pedoman dalam bertindak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Investasi Emas Layak Dipertimbangkan?

Emas telah lama menjadi simbol kemakmuran dan kestabilan. Nilainya bertahan bahkan saat kondisi ekonomi memburuk. Kini, kamu pun bisa memanfaatkan emas sebagai aset investasi. Investasi emas cocok untuk kamu yang baru memulai. Prosesnya mudah dan tidak memerlukan banyak pengetahuan teknis. Bahkan dengan modal kecil, kamu bisa mulai hari ini. Emas Melindungi dari Inflasi Emas terkenal sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Saat harga barang naik, emas juga ikut naik. Ini membuat emas menjaga daya beli kamu. Uang kertas bisa kehilangan nilainya seiring waktu. Tapi emas cenderung mempertahankan nilainya. Itulah kenapa banyak orang memilih emas. Nilainya Stabil dalam Jangka Panjang Emas memang naik turun dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, harganya terus meningkat. Tren ini membuat emas cocok untuk tabungan masa depan. Kamu tak perlu stres dengan fluktuasi harian. Emas bukan jenis aset yang berubah secara ekstrem. Itu alasan mengapa emas ideal untuk investasi jangka panjang...